Sabtu, 20 Oktober 2012

FOTO | Rudal-Rudal Iran yang siap gempur Amerika dan Israel

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 22.13, under ,,,, | 8 comments

Pentagon ternyata mengakui kehebatan sistem rudal Iran. Disebutkan bahwa sistem rudal Iran telah meningkat dan akan menunjukkan kekuatan tangguh dalam mempertahankan wilayahnya.

"Iran telah meningkatkan tingkat mematikan dan efektivitas sistem-sistem yang ada dengan memperbaiki keakuratan dan mengembangkan muatan submunisi baru yang memberikan kekuatan pengrusak atas wilayah yang lebih luas," demikian laporan Pentagon yang dilansir Bloomberg, Jumat (13/7/2012).

Laporan Pentagon bertanggal 29 Juni itu, ditandatangani Menteri Pertahanan AS Leon Panetta. Laporan tersebut disampaikan ke empat komite pertahanan Kongres AS pekan lalu. Pembuatan laporan ini guna memenuhi instruksi tahun 2010 untuk memberikan penilaian rahasia dan tidak rahasia mengenai kekuatan militer Iran.

Untuk lebih jelasnya, inilah foto-foto Rudal Iran yang membuat barat dan israel merinding.














Rusia Ciptakan Balistik Antar benua untuk tembus perisai rudal AS

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.51, under , | 3 comments

balistik-rusiaRusia akan mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru yang dirancang khusus untuk menembus sistem perisai rudal rancangan AS. Rudal baru ini akan menggunakan bahan bakar cair sehingga memiliki kemampuan bermanuver lebih baik dibandingkan pendahulunya.

Rencana tersebut disampaikan Panglima Kesatuan Rudal Strategis Rusia (Strategic Missile Forces/SMF) Letnan Jenderal Sergei Karakayev di Moskwa, Jumat (16/12/2011) waktu setempat.
"Keputusan sudah dibuat untuk menciptakan jenis rudal berat yang diluncurkan dari silo dan akan memiliki kemampuan yang lebih canggih untuk menembus, secara hipotetis, sistem pertahanan rudal AS," tutur Karakayev, yang mengatakan, tahun depan pihaknya akan menguji coba sedikitnya 11 ICBM.

ICBM baru ini akan menggantikan ICBM lama andalan Rusia selama ini, yakni rudal Voyevoda R-36M2, yang oleh NATO diberi nama sandi rudal "Satan" (setan). R-36M2 mampu membawa hingga 10 hulu ledak nuklir dengan jarak jelajah maksimum 11.000 kilometer.

Hubungan Rusia dan AS akhir-akhir ini kurang mesra sejak AS dan NATO ngotot membangun sistem perisai rudal di Eropa. Rusia merasa terancam dengan sistem pertahanan tersebut, sementara AS dan NATO bersikeras sistem tersebut tidak ditujukan kepada Rusia, tetapi untuk menangkis serangan rudal balistik dari "negara-negara nakal" semacam Iran.

Menurut Karakayev, Iran belum memiliki teknologi ataupun potensi industri untuk membuat rudal-rudal balistik. Meski ada beberapa laporan media bahwa Iran telah menguji coba ICBM, SMF meragukan rudal-rudal Iran itu memiliki jarak jelajah efektif hingga ke Eropa.



Jenderal bintang tiga ini menambahkan, rudal-rudal lama Rusia yang masih menggunakan bahan bakar padat mungkin akan kesulitan menembus sistem perisai rudal terbaru AS. Roket berbahan bakar padat memiliki kelemahan, yakni sekali bahan bakar dinyalakan, seluruh cadangan bahan bakar akan terbakar habis tanpa bisa dihentikan.

Namun, dengan bahan bakar cair, pasokan bahan bakar yang dibakar bisa diatur menggunakan sistem pipa dan katup sehingga tenaga dorongan roket bisa diubah-ubah, yang artinya roket akan memiliki kemampuan manuver yang lebih baik.
Kelebihan ini masih ditambah dengan rencana Rusia menerapkan sistem kontrol rudal balistik generasi keempat (4G) mulai tahun depan. Sistem kontrol baru ini akan disebar di seluruh pos komando, tempat peluncuran tetap, hingga fasilitas peluncur mobil.

Karakayev mengatakan, sistem kontrol generasi baru ini dirancang khusus untuk memastikan kendali yang lebih canggih bagi rudal-rudal nuklir generasi baru milik Rusia. (Sumber: RIA Novosti) 

Mengejutkan! Dephan AS Ternyata tak Punya Bukti Kalau Usamah bin Ladin Tewas

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.46, under , | 1 comment

Usamah bin Ladin tewas pada 1 Mei lalu. Namun rupanya warga AS pun ada yang tak puas dengan keterangan pemerintah AS terhadap kematian Usamah. Redaktur laman gaya hidup Gizmodo, Sam Biddle, akhirnya mencoba mengorek lebih jauh lagi perihal kematian Usamah. Benarkah negaranya terlibat dan sejauh mana bukti-bukti yang ada.

Biddle menggunakan jalur Freedom of Information Act (FOIA). Ia meminta akses data ke Dephan AS yaitu Pentagon soal bukti-bukti lengkap yang menyatakan pemerintah AS terlibat atau memiliki dokumen soal tewasnya Usamah. Lewat jalur FOIA, pemerintah AS wajib menjelaskan serinci mungkin permintaan yang diajukan oleh warga negaranya. Bahkan kalau tak puas dengan jawabannya, warga negara masih bisa mendesak Dephan untuk banding informasi itu.

Apa hasilnya dari permintaan Biddle? Cukup mengejutkan. Ternyata pemerintah AS tak memiliki selembar dokumen pun, termasuk foto dan atau video, atau cuplikan video terkait pemakaman Usamah di laut maupun operasi itu.

William T Kammer, kepala divisi Freedom on Information Direktorat Jasa Eksekutif Dephan AS, mengatakan pada Biddle bahwa ia tak menemukan satu bukti pun soal Usamah tewas! Kammer meminta informasi ini ke sejumlah pihak di dalam Dephan AS. Pertama, ia meminta ke Office of the Chairman of the Joint Chief Staff (OCJC). "Kami telusuri ke Direktorat Operasi Global yang biasanya menyimpan seluruh dokumen soal operasi, kami mencari hard copy maupun data elektronik. Tapi tak ada catatan satupun tentang itu. Kami juga mencari data dari email Ketua Joint Chiefs of Staff AS Admiral Mike Mullen, hasilnya pun nihil. Kami mencari dalam server maupun hard disk lainnya, juga tidak ada rekaman soal tewasnya Usamah," demikian Kammer. Pencarian itu dibatasi oleh jangka waktu 1 Mei-31 Mei 2011.

Kammer mencoba jalan lain. Ia ke US Special Operations Command (USSOCOM). Tugas komando ini adalah untuk menghancurkan setiap ancaman teroris yang ada. Artinya, setiap ada operasi khusus yang melibatkan angkatan bersenjata AS, maka USSOCOM mengetahuinya. Hasilnya pun serupa. "USSOCOM mencari dokumen di markas dan di sejumlah tempat lain, tak ada rekaman apapun terkait permintaan Anda soal Usamah bin Ladin. Kami mencari lewat sistem pencarian spesifik maupun hard copy dan data elektronik termasuk email, tetap tidak ada!" kata Kammer.

Dua jalan buntu. Kammer mencoba alternatif ketiga. Dengan asumsi Usamah, sesuai pernyataan AS bahwa dikubur di laut, maka USS Carl Vinson harusnya mengetahui operasi tersebut. Kammer meminta data ke USS Carl Vinson. Komando AL Armada Pasifik menegaskan tak ada satupun prajurit AS yang merekam, memfoto, penguburan Usamah ke laut. Kammer juga sempat memeriksa sistem email kapal induk tersebut, siapa tahu ada yang berdiskusi soal Usamah, ternyata tak ada satupun hasilnya.

Pernyataan Dephan ini tentu saja aneh. Karena operasi khusus membunuh Usamah adalah operasi tingkat tinggi. Bahkan detik-detik penggerebakannya disaksikan oleh Presiden AS Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton.

"Lha, kalau tidak ada satupun di militer AS yang punya bukti Usamah telah tewas, apakah ia benar-benar tewas? Atau bagaimana?" tanya Biddle dengan gusar.

Anda pilih percaya yang mana? Usamah tewas atau ternyata....
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Gizmodo
Via: Republika

Mantan Marinir AS Yakin, Dalang 9/11 Adalah Zionis Israel

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.45, under | No comments

Image634690447928437500Mantan veteran Korpd Marinir Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta bahwa Israel mendalangi serangan 9/11. Ia menyatakan jika AS mengetahui hal ini maka Rezim Zionis di Israel pasti akan dimusnahkan.

Penulis, konsultan dan mantan veteran yang mengkhususkan diri pada masalah keamanan nasional dan internasional, Alan Sabrosky mengisahkan percakapannya dalam dua minggu terakhir dengan salah seorang rekannya di Kampus Army War, di Markas Korps Marinir.

Ia menyatakan, tragedi 9/11 yang selama ini identik dengan serangan teroris jaringan Alqaidah pada dasarnya merupakan ulah Zionis Israel.

"Saya sudah melakukan perbincangan selama dua pekan dengan salah satu rekan di Markas Korps Marinir. Saya yakin 100 persen serangan 9/11 adalah bagian dari operasi Mossad yang dilakukan Zionis Israel,' ujar Sabrosky di situs Youtube.

Salah satu yang paling meyakinkan Sabrosky adalah mengenai runtuhnya gedung ketiga saat terjadi serangan 9/11. Menurut Sabrosky runtuhnya gedung ke tiga ini bukan akibat dari tabrakan pesawat yang kemudian meledak, namun ada kontrol lain yang disambungkan ke dalam gedung hingga membuat gedung ini runtuh.

Hal ini diungkapkan Sabrosky setelah sebelumnya mewawancarai ahli penghancuran dari Denmark bernama Danny Jowenko. "Bangunan ketiga tidak ditabrak pesawat, tetapi ada kabel yang menghubungkan dengan gedung tersebut dan dikendalikan, terlihat dari runtuhnya bangunan yang teratur dari bawah," ungkap dia.

Sabrosky mengatakan jika orang Amerika tahu tentang kebenaran di balik serangan 9/11, mereka tidak akan ragu untuk memusnahkan Israel, berapapun biaya yang harus mereka keluarkan.

Pada tanggal 11 September 2001, serangkaian serangan yang selama ini dianggap kegiatan terorisme menyebabkan hampir tiga ribu warga AS tewas. Selama ini pemerintah AS menyatakan bahwa 19 teroris, yang diduga berafiliasi dengan jaringan Alqaidah di Afghanistan membajak empat pesawat jet komersil dan melakukan serangan ke Gedung World Tread Center (WTC).

Atas dasar itu pula Pemerintah AS di bawah pimpinan Presiden Bush menginvasi Afganistan pada 2001. AS juga kemudian menyerang Irak pada 2003, mereka bersikeras bahwa begara kaya minyak tersebut bertanggung jawab atas kepemilikan senjata pemusnah massal.

Malaysia Klaim Sebagai Pimpinan Asia Tenggara

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.42, under , | 1 comment

Image-77Malaysia Klaim Sebagai Pimpinan Asia Tenggara - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tub Razak, menyebut Negeri Jiran itu pantas memimpin kawasan Asia Tenggara. Dia mengklaim keberhasilan Malaysia menjadi penengah terciptanya perjanjian damai antara pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) merupakan satu buktinya. 

"Jika ada dua pihak terlibat konflik mereka tidak bisa duduk bersama memulai pembicaraan dan negosiasi kecuali ada pihak ketiga memfasilitasi. Pihak ketiga itu pastinya dapat dipercaya dan tidak bisa sembarangan," ujar Najib, seperti dilansir kantor berita Bernama, Selasa (16/10).
Dia menyebut Malaysia telah menengahi konflik terjadi di selatan Filipina itu sejak sebelas tahun silam. Najib mengatakan Malaysia Dipilih sebab mampu menjaga kerukunan bangsanya meski banyak ras menghuni negara itu. 

"Saya pikir kedua pihak tidak mungkin memilih Malaysia menjadi penengah jika kami gagal di dalam negeri. Jika Malaysia selalu hidup dalam konflik, pasti tidak akan dijadikan contoh suatu bangsa harmonis," ucap Najib. 

Dia mengutarakan, tidak mudah bagi Malaysia jadi penengah dalam konflik itu. Kesuksesan Malaysia itu mendapat pujian dari Presiden Filipina Benigno Aquino III dan pemerintahan Filipina.
Najib mengatakan Malaysia mampu mengatur keberagaman masyarakatnya dan menjadikan keuntungan dalam membangun bangsa. "Saya rasa tidak hanya masyarakat Malaysia, tapi mereka di luar Malaysia percaya suatu hari nanti negeri ini akan menjadi negara maju dan itu memberikan kita kredibilitas," katanya. 

Dia menyebut Filipina memiliki presiden yang menginginkan resolusi penyelesaian konflik dan merealisasikan perjanjian damai. Bentrokan terjadi di Filipina itu sudah berlangsung hampir 40 tahun dan menyebabkan 150 ribu penduduk tewas serta kehancuran rumah-rumah warga.Penderitaan dialami Bangsa Moro begitu besar dan mengakibatkan pemerintah Filipina mengeluarkan dana banyak menanggapi konflik itu. 

Perjanjian damai antara Filipina dan MILF akhirnya ditanda tangani kedua pihak kemarin dan disaksikan Najib. Najib menyebut perjanjian damai itu memberikan hasil positif hubungan antara Ibu Kota Manila dan Ibu Kota Kuala Lumpur.

Terus Disudutkan, Iran Siap Berperang

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.39, under ,,, | No comments

Image-132Terus Disudutkan, Iran Siap Berperang - Pemimpin Pasukan Revolusi Iran, Jenderal Hussein Salami, mengatakan pihaknya siap berperang melawan dunia jika fasilitas nuklir Negeri Mullah itu diserang. Terutama pada Israel Salami bersumpah negara itu akan menerima pembalasan sangat kejam.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (18/10), pernyataan Salami dikeluarkan oleh Kantor Berita Pelajar Iran (ISNA) itu tampaknya usaha Iran untuk menggambarkan situas terjadi di Timur Tengah. Dia mengatakan hal ini di depan 15 ribu pejuang dikenal dengan Basiji saat berlatih di Ibu Kota Teheran. Pejuang ini dikontrol oleh pasukan revolusi.

Latihan itu dikenal dengan 'Ila Beit ol Moqaddas' atau memasuki kota suci Yerusalem. Dalam latihan para pejuang dilatih untuk bertahan terhadap serangan udara dan ancaman lainnya.
Uni Eropa baru-baru ini menjatuhkan sangsi terhadap Iran dan menyerang Iran agar menghentikan program nuklirnya. Pada pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa tiga hari lalu di Luxembourg, Uni Eropa menjatuhkan pembatasan kepada Iran. Ini dimaksudkan untuk menyerang kekayaan Iran dan meningkatkan tekanan kepada pemerintahan Islam dipimpin Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Sementara penyedia layanan satelit utama Eropa mengambil alih 19 saluran televisi dan radio Iran. Sangsi ini dilakukan atas tuduhan sensor dan munculnya ancaman dari stasiun televisi nasional setempat. Pemerintahan Uni Eropa juga menjatuhkan sangsi terhadap perusahaan-perusahan besar di sektor perminyakan dan gas Iran serta memperkuat pembatasan pada bank sentral untuk menekan keuangan Iran.

Lebih dari 30 perusahaan menjadi target Uni Eropa untuk dibekukan, termasuk perusahan minyak nasional Iran, perusahaan eksportir minyak mentah terbesar Iran, dan perusahaan tanker nasional Iran. Semuanya merupakan perusahan utama bagi industri minyak Iran
Iran tetap menolak bekerja sama secara penuh dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait program nuklirnya. Di pertemuan Uni Eropa IAEA menyebut tindakan Iran secara terang-terangan melanggar peraturan internasional.

Banyak negara takut Iran sedang mengembangkan program senjata nuklir. Tapi pejabat Iran mengatakan program nuklir itu dilakukan semata-mata untuk tujuan damai.

Sumber

Dalam Sepekan Kedepan Korut Siap Serang Korsel

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 20.36, under ,, | 1 comment

Image-134

Dalam Sepekan Kedepan Korut Siap Serang Korsel - Korea Utara mengancam akan menyerang Korea Selatan pekan depan jika selebaran anti-Pyongyang dijatuhkan di wilayahnya pada Senin pekan depan.

Sebelumnya, sejumlah pelarian dari Korea Utara yang kini tinggal di Selatan berencana mengirimkan balon udara berisi selebaran.
Dalam balon itu sudah disiapkan sebanyak 20.000 lembar selebaran yang isinya adalah kritikan terhadap pemerintah Pyongyang. 
Rencana penerbangan balon ini dilakukan di kota wisata, Paju, yang berjarak 60 km sebelah utara ibu kota, Seoul. 

"Jika selebaran itu sampai dijatuhkan maka kami akan melakukan serangan mematikan tanpa peringatan terlebih dulu," demikian pernyataan pemerintah yang dikutip kantor berita KCNA.
Mendengar ancaman ini, Pemerintah Korea Selatan langsung menyampaikan pernyataan balasan.
"Jika itu (serangan) terjadi, kami akan membalas ke arah tembakan itu berasal," kata Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Kwan-jin. 

"Kami tak pernah meremehkan ancaman dari Korea Utara," kata Ketua Fighters For a Free North Korea, Park Sang-hak.
Pada Rabu (17/10/2012), Korea Selatan menggelar latihan militer berskala besar untuk menghadapi ancaman serbuan Korea Utara.
Latihan bersandi Hoguk itu digelar sepekan penuh dan melibatkan 240.000 anggota angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara, serta korps marinir.

Jumat, 19 Oktober 2012

Senjata Bio-elektromagnetik: Senjata Pamungkas Amerika

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 22.07, under ,, | No comments

ads33
Sebuah sistem senjata yang beroperasi pada kecepatan cahaya, yang dapat membunuh, menyiksa, memperbudak, melacak orang yang melarikan diri, Harlan Girard
A fully referenced version of this article is posted on ISIS members’ website. Details here

ads22
Senjata Pamungkas
Senjata elektromagnetik beroperasi pada kecepatan cahaya, mereka dapat membunuh, menyiksa dan memperbudak, tetapi sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa senjata itu ada, karena senjata tersebut beroperasi secara sembunyi-sembunyi dan tidak meninggalkan bukti berupa jejak fisik. Senjata elektromagnetik ini telah diuji kepada manusia sejak tahun 1976. Dengan menyebarnya manusia di dunia yang merupakan subyek percobaan, namun di luar kesadarannya, senjata tersebut dengan antusias menyerang kredibilitasnya, keadaan ini telah memungkinkan bagi Amerika Serikat untuk terus melanjutkan percobaannya kepada manusia tanpa terhalang oleh diskusi atau kritik, apalagi oposisi.

Sistem senjata pamungkas saat ini sedang digunakan di Irak. Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korps Marinir menyebutnya sebagai “active denial technology - teknologi penolakan aktif", seolah-olah senjata itu digunakan murni semata-mata untuk pertahanan, tetapi sebenarnya tidak.
Kebenaran mengenai “active denial technology - teknologi penolakan aktif ”

Hanya ada satu spektrum elektromagnetik. Senjata nuklir melepaskan banyak radiasi pengion (ionizing ) dalam rentang frekuensi tinggi di atas cahaya yang kelihatan, di mana energi radiasinya mampu memecah ikatan kimia. Radiasi pengion (ionizing ) umumnya diakui sebagai penyebab kanker.

Militer Amerika Serikat telah mempersenjatai dengan radiasi non-ionisasi di bawah kisaran yang terlihat dalam gelombang mikro dan gelombang radio yang digunakan di ponsel dan telekomunikasi. Pemerintah Amerika Serikat dengan keras telah membantah bahwa kemungkinan adanya bahaya terhadap kesehatan dari non-pengion radiasi elektromagnetik, baik dalam rangka mempertahankan penelitiannya terhadap manusia yang berada di luar kesadarannya yang sudah dilakukakannya selama bertahun-tahun tapi belum diakui, maupun dalam rangka mencegah negara-negara lain melakukan  pengembangan senjata sejenis .

Efek biologis satu-satunya dari radiasi non-pengion yang diakui pemerintah Amerika Serikat selama bertahun-tahun adalah pemanasan, dan dengan demikian hal tersebut mencirikan "Teknologi penolakan aktif - “active denial technology", sesuatu yang menghasilkan rasa sakit sebagai akibat terjadinya pemanasan pada kulit dengan mendadak, akan tetapi hal tersebut tidaklah menjelaskan bagaimana senjata itu benar-benar bekerja.

Membaca gelombang otak dan kendali pikiran
EEG
Pada tahun 1959, Saul B. Sells, seorang profesor psikologi sosial dari sebuah  universitas kecil di Amerika Serikat mengajukan proposal kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk membuatkan mereka mesin electroencephalography (EEG) yang paling canggih yang akan memiliki kapasitas komputasi integral untuk menganalisis dan positif memahami gelombang otak yang direkam. Dengan kata lain, sang profesor mengusulkan untuk membuat sebuah mesin yang bisa memberitahu CIA bagaimana seseorang berpikir, apakah orang ingin mengungkapkannya atau tidak informasi tersebut.

CIA menyetujui proyek ini pada tahun 1960, dengan menambahkan beberapa penelitian kepustakaan dengan lima tujuan. Kelima tujuan dari penelitian ini adalah untuk, "Teknik Dalam Mengaktifkan Organisme Manusia dengan Peralatan Elektronik Jarak Jauh ". Tugas keseluruhnya kemudian dikenal sebagai MKULTRA subproyek 119,  MKULTRA menjadi terkenal sebagai program pengendalian pikiran CIA. Hal ini didasarkan atas gagasan yang keliru bahwa Soviet telah memiliki sarana untuk mengontrol pikiran dan Amerika Serikat  harus mengejarnya secepat mungkin.

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan MKULTRA subproyek 119  sekarang disimpan di Arsip Keamanan Nasional (sebuah organisasi non-pemerintah) di George Washington University, Washington, DC [1]. John Marks, penulis The Search for the Manchurian Candidate: The CIA and Mind Control,, (Times Books, New York, 1979) menyumbangkan dokumen MKULTRA, bukunya dicetak ulang oleh WW Norton & Company, Inc, New York, 1991 dan masih dicetak sampai sekarang.

Proyek Aneh ini diikuti MKULTRA subproyek 119 pada tahun 1965. Tujuan dari Proyek Aneh ini  adalah untuk merekam dan menganalisis sinyal rumit microwave yang waktu itu diduga menyoroti gedung Kedutaan Besar Amerika di Moskow yang  dilakukan oleh Soviet dari sebuah gedung di seberang jalan. Hal yang menarik tentang Proyek Bizarre adalah bahwa sementara Amerika Serikat menolak sampai hari ini bahwa ada efek terhadap kesehatan yang merugikan sebagai akibat radiasi gelombang mikro, tapi Amerika Serikat langsung mencurigai  bahwa "sinyal Moskow" memproduksi berbagai efek kesehatan terhadap staf  Kedutaan Besar Amerika, khususnya sewaktu pergantian Duta Besar yang baru dimana  kantor Kedutaan Besarnya diklaim sedang disrot sinyal. Pada saat yang sama Departemen Luar Negeri sedang menguji personil Kedutaan Besar dalam memecahkan DNA yang ditimbulkan oleh sinyal Moskow, namun akhirnya Amerika Serikat tidak jadi melakukan pengaduan kepada pemerintah Soviet karena kekuatan sinyalnya kecil sebagaimana dikatakan pemerintah Amerika Serikat bahwa sinyal tersebut masih dalam batas-batas aman untuk kadar manusia. Wartawan Barton Reppert telah menulis kisah yang paling otoritatif mengenai sinyal Moskow [2]. (Catatan Editor:. Pemecahan DNA dari pencahayaan kepada ponsel telah dikonfirmasi dalam penelitian laboratorium baru-baru ini [3, 4] (Science in Society 24))

ads44

Mengkonversi suara menjadi microwave
Pada tahun 1973, Joseph C. Sharp, seorang psikolog eksperimental di Walter Reed Army Institute of Research melakukan percobaan penting untuk pengembangan peralatan penyiksaan yang dikirim ke Irak hari ini. Dia bersama James Lin menyiapkan peralatan di laboratorium yang mengkonversi bentuk gelombang suara menjadi radiasi gelombang mikro yang memungkinkan dia untuk mendengar dirinya menyuarakan nama-nama angka dari satu sampai sepuluh di kepalanya, dengan melewatkan  mekanisme di telinganya sendiri. Percobaan ini tentu tidak pernah diterbitkan namun disebutkan dalam buku Lin, Microwave Auditory Effects and Applications, diterbitkan pada tahun 1978 [5].

Percobaan telah dikonfirmasi dengan US Patent 6 587 729, “Apparatus for Audibly Communicating Speech Using the Radio Frequency Hearing Effect”  [6]. Paten ini adalah untuk versi perbaikan dari peralatan yang digunakan dalam percobaan laboratorium tahun 1973 yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 2003 yang ditugaskan kepada Secretary of the Air Force. Ini memberikan bukti ilmiah bahwa adalah mungkin untuk mendengar suara-suara ancaman di kepala seseorang tanpa menderita skizofrenia paranoid.

Mengapa paten ini dipublikasikan secara terbuka pada saat Pemerintah Amerika Serikat sedang melaksanakan program rahasia yang menyaingi Stalin Kremlin? Saya tidak memiliki jawaban yang memuaskan, kecuali mengatakan bahwa peralatan dalam paten telah digantikan dengan peralatan yang mencapai efek yang sama dengan sarana yang jauh lebih canggih. Ia  menghambat proses normal memori dan berpikir dengan cara elektronik dari jarak jauh, sementara pada saat yang sama memasok memori palsu, menyimpang dan / atau tidak menyenangkan serta saran melalui suatu proses yang disebut "telepati sintetik". Peralatan yang menghasilkan telepati sintetis ini kadang-kadang disebut juga sebagai "teknologi pengaruh - “influence technology”.".

Sementara suara dan visi, lamunan serta mimpi buruk adalah merupakan manifestasi paling menakjubkan dari sistem senjata ini, juga mampu melumpuhkan manusia dengan membatasi  jarak gerak normalnya (laki-laki dan perempuan) , menyebabkan nyeri akut yang setara dengan kegagalan organ penting dalam tubuh manusia atau bahkan kematian, dan mengganggu fungsi normal salah satu indera manusia. Dengan kata lain, beberapa penyiksaan telah menjadi identik dengan penyiksaan Teluk Guantanamo dapat dilaksanakan dari jarak jauh dengan sarana elektronik.

Instrumen penyiksaan
general-keith-b-alexander2general-david-lacquement1
Jenderal Keith B.  Alexander dan General David Lacquement
diduga menggunakan senjata rahasia anti-personil untuk menyerang
warga sipil yang tidak berdosa
Teknologi untuk mempengaruhi ini juga mampu membujuk pelaku bahwa pikiran mereka sedang dibaca, bahwa kekayaan intelektual mereka sedang dijarah, dan bahkan dapat memotivasi untuk melakukan bunuh diri atau membunuh keluarga, teman, dan rekan kerja.  Selama tahun-tahun  apa yang disebut dengan "Perang terhadap Narkoba" (mendahului "Perang Melawan Terorisme"), karakter  subyek manusia yang berada di luar kesadarannya telah melapor atau siap menyambut secara teratur keluar dari sistem, seolah-olah pemerintah memiliki operasi rahasia besar melalui kantor pos di seluruh negeri. Ketika George Herbert Walker Bush menjadi presiden (tahun 1989), insiden pembunuhan terhadap rekan kerja di kantor pos semakin meningkat dan ungkapan “going postal” mulai menggantikan ungkapan yang umumnya  digunakan yaitu  “going crazy”. Pembunuhan rekan kerja di tempat kerja lainnya juga mulai menuntut perhatian yang lebih dari media  [7].

Saya memperkirakan bahwa biaya untuk memenjarakan manusia (laki-laki dan perempuan) dan melakukan penyiksaan yang tak berkesudahan adalah sebesar US $ 5,000.000 menjadi $ 10.000.000/ tahun (lihat di bawah).

Dengan "penyiksaan yang tak berkesudahan" Maksudku ya penyiksaaan itu. Karena tidak ada bukti nyata yang ditinggalkan oleh peralatan penyiksaan baru ini seperti kerusakan kulit, adalah mungkin untuk menyiksa subyek manusia diluar kesadarannya selama 24 jam sehari, dan 365 hari setahun. Hal ini dapat dilakukan dan sedang dilakukan bahkan pada Natal dan Paskah [8].

Saya sampai kepada perkiraan mengenai biaya pengujian / menggunakan senjata elektromagnetik yang subjeknya manusia dengan mengunjungi sebuah saluran TV kabel yang mengkhususkan diri dalam penjualan barang yang selama 24 jam mengudara. Saya mempertanyakan mengenai berapa jumlah staf teknis yang diperlukan, jam kerja dan skala gaji, juga jumlah back-up personil yang dibutuhkan untuk mempersiapkan program siaran. Saya tidak menanyakan tentang biaya elektronik dan jadwal dengan biaya yang disusutkan. Saya telah memperkirakan biaya penyusutan yang termasuk dalam perkiraan saya untuk biaya menyiksa seorang subjek manusia yang berada diluar kesadarannya selama satu tahun.

Penyiksaan adalah bisnis padat karya. Tujuan apa yang akan membenarkan investasi ini? Mungkinkah sesuatu yang gila untuk menguasai dunia dengan cara memperbudak pemerintahan demokratis dari negara-negara yang  padat jumlah penduduknya? Tujuan ini tentunya konsisten dengan Amerika Serikat yang beroposisi terhadap ide PBB, Konvensi Internasional dan Perjanjian-perjanjian Internasional serta Hukum Adat Internasional yang telah diratifikasi  [9].

Pada tanggal 1 Maret 2001, Korps Marinir mengumumkan senjata baru yang tidak mematikan - non-lethal weapon, “active denial technology- teknologi penolakan aktif". Senjata ini mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat yang diduga keras dilakukan dengan mendidihkan molekul air dalam kulit manusia tanpa merusak kulit itu sendiri. Seperti dijelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam New Scientist, menggunakan radiasi elektromagnetik denyut pada frekuensi 95 GHz dengan jarak sekitar 600 meter [10]. Terdapat  laporan baru dalam beberapa majalah di tahun 2005, termasuk satu yang diterbitkan pada bulan Juli [11], menjelaskan bahwa relawan mengambil bagian dalam tes untuk menentukan seberapa aman Active Denial System (ADS) jika senjata digunakan dalam realitas kerumunan-manusia yang dikontrol.  Sinyal senjata ADS tersebut dilaporkan telah menyebabkan rasa sakit dalam waktu 2 sampai 3 detik, dan menjadi "tak tertahankan setelah kurang dari 5 detik".
ads55

Teknologi penolakan aktif - Active denial technology adalah dasar sistem yang digunakan untuk menyiksa 2 000 orang di dalam privasi rumah mereka sendiri, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia, termasuk di negara yang telah menandatangani Status of Forces Agreements dengan Amerika Serikat [12]. Tuduhan penyiksaan pertama kali diterima dari negara-negara dimana Amerika Serikat memiliki hubungan khusus dalam berbagi intelijen dengan Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Kemudian laporan mulai berdatangan dari negara-negara yang ditundukkan dimana Amerika Serikat masih memiliki sejumlah besar pasukan yang ditempatkan, yaitu Jerman dan Jepang. Ketika Perancis bergabung kembali dengan kekuatan militer NATO di akhir 90-an, kami mulai menerima pernyataan penyiksaan di Perancis. Baru-baru ini kami telah mulai menerima tuduhan penyiksaan dari India, di mana perusahaan-perusahaan Amerika telah mulai outsourcing, tidak hanya membantu lintasan, tetapi juga pemrograman [13].

Dan kemudian ada kasus di Rusia, di mana korban yang diluar kesadarannya , subyek manusia yang dijadikan percobaan penyiksaan tampaknya banyak dan terorganisasi dengan baik. Saya telah diberitahu dari sumber yang dapat dipercaya bahwa setiap ilmuwan Rusia yang bisa berbahasa Inggris kini telah mendapatkan naungan di sebuah universitas Amerika atau laboratorium pemerintah. Ini masuk akal, mengingat kekhawatiran Amerika sering menyuarakan bahwa ahli dalam persenjataan nuklir dan senjata biologi era Soviet (sekarang Russia) mungkin menemukan pekerjaannya di Iran. Ini adalah fakta bahwa pada akhir Perang Dunia II Angkatan Darat Amerika Serikat  membersihkan Jerman dalam operasi yang disebut Proyek Paperclip, merekrut, khususnya, para ilmuwan roket Nazi dan ahli dalam kedokteran kedirgantaraan. Beberapa ilmuwan lain direkrut hanya untuk menghilangkan kesempatan Uni Soviet terhadap sumber daya ini. Jadi apa yang terjadi dengan para ilmuwan Soviet yang tidak berbahasa Inggris? Pada waktunya kita akan mengetahui dengan pasti, tapi untuk saat sekarang ini merupakan dugaan yang dapat dipercaya bahwa setidaknya beberapa dari mereka telah digunakan untuk mempelajari sistem nilai dan proses pengambilan keputusan Rusia dengan menyiksa orang-orang Rusia lainnya dengan menggunakan "teknologi pengaruh - influence technology”  Amerika [14].

Dua artikel menarik dan penting mengenai senjata bio-electromagnetik baru-baru ini muncul dalam New Scientist: “Maximum pain is aim of new U.S. weapon” dan  “Police toy with ‘less lethal’ weapons”,  - keduanya ditulis oleh David Hambling [15]. Lihat juga US. Patent 6 536 440 25 Maret 2003 [16].
the-scream1the-scream2
The Scream - Israel blasts protesters with sonic gun ....

Sejak menyelesaikan artikel ini pada pertengahan Juni 2005, telah menjadi perhatian saya bahwa Israel telah menyebarkan sebuah alat yang disebut "The Scream", yang mengirim semburan yang dapat didengar, tapi suaranya tidak keras dan berlangsung pada interval sekitar 10 detik. Seorang fotografer di tempat demonstrasi mengatakan bahwa ia terus mendengar dering suara di kepalanya bahkan setelah ia menutupi telinganya. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa agen aktif adalah elektromagnetik ketimbang akustik. Dengan kata lain, orang-orang Israel telah muncul dengan perangkat yang jauh lebih pintar daripada "Teknologi penolakan aktif - active denial technology " 

Amerika Serikat. Ini tidak hanya berfungsi untuk menghalangi para perusuh, tetapi juga mengeluarkan peringatan suara yang telah diaktifkan, perangkat yang dimiliki Amerika Serikat tidak memilikinya, mempercayakan sepenuhnya kepada tamtama yang mengoperasikan alat  itu untuk menentukan seberapa jauh rasa sakit yang membakar musuh yang diterima. Margin kesalahan untuk perangkat Amerika Serikat  adalah tidak bermoral. Senja ini juga disebut senjata yang mematikan karena dalam prakteknya sangat sering mematikan [17]

Non-Lethal Weapon: Active Denial System (ADS)
Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Rabu, 17 Oktober 2012

Jokowi lebih pilih proyek monorail

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 04.42, under ,, | No comments

 
 Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengisyaratkan akan memberikan persetujuan terlebih dahulu kepada PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk membangun monorail.

Alasan Jokowi lebih memilih proyek monorail sebab dana yang digunakan berasal dari konsorsium BUMN tanpa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Justru APBN bisa kita gunakan untuk yang lain. Jadi bukan hanya untuk membangun kereta layang," kata Jokowi saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (16/10).

Jokowi berkeinginan BUMN dapat mengajak investor dalam negeri atau bersinergi dengan sesama BUMN untuk mengerjakan proyek infrastruktur baik monorail maupun kereta layang.

"Kalau ada investor yang investor aja. Akan lebih baik lagi BUMN, maka kita akan lebih senang. Artinya, semua dalam negeri," tuturnya.

Oleh sebab itu, Jokowi akan memprioritaskan BUMN yang dapat mengerjakan proyek dengan menggunakan produk dalam negeri. Kendati demikian, Jokowi menghendaki ADHI dan Hutama Karya mempresentasikan proposal proyek tersebut.

"Bagi saya yang penting mereka presentasi dulu. Kita akan lihat presentasinya murah atau tidak, efisien atau tidak. Kita akan lihat secara profesional," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan mengungkapkan, perseroan akan berkonsorsium dengan BUMN serta mengajak BUMD untuk menggarap proyek monorail Jakarta. Proyek ini akan terbagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama mulai dikerjakan pada tahun ini dan diperkirakan selesai 2015 mendatang dan tahap kedua dimulai pada 2015.

"Tahap pertama ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp12--13 triliun. Dananya berasal dari konsorsium BUMN dan BUMD," ujar Kiswodarmawan.

Sementara itu, Direktur Utama Hutama Karya Tri Widjajanto menambahkan, perseroan akan membangun Kereta layang dengan sistem light rail transit (LRT). Dana untuk pembangunan ini diharapkan berasal dari APBN karena merupakan transportasi publik.


(KR-SSB/N001)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012

Selasa, 16 Oktober 2012

Misil Korea Utara bisa menjangkau Amerika

Posted by Muhammad Rifqi Aziz 01.16, under ,, | No comments


 

Jakarta (ANTARA News) - Korea Utara mengklaim memiliki misil yang dapat mencapai ke daratan utama Amerika Serikat.

Pernyataan itu berbunyi basis AS di "Jepang, Guam, dan daratan utama AS" berada dalam "jangkauan serangan".

Pernyataan itu keluar dua hari setelah Seoul mengungkapkan perjanjian rudal dengan AS. Korea Selatan mengumumkan senjatanya itu akan menjangkau hampir tiga kali lipat dari sistem rudal itu sendiri.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantor berita KCNA terkait dengan Komisi Pertahanan Nasional Korut, Pyongyang akan memadankan musuh dalam "nuklir dengan nuklir, misil dengan misil,", seperti yang dikutip dari BBC.

Pyongyang diduga mengerjakan misil dengan jangkauan panjang. Dua roket yang telah dites gagal.

Negara-negara tetangga Korut mengatakan roket yang gagal itu, pada April 2009 dan April 2012, dites terkait pengembangan sistem misil jankauan panjang Taepodong-2.

Sistem, yang dipercaya para analis bermaksud memasukkan AS dalam jarak serang, belum diuji secara sukses.

Korutsecara ruitn mengeluarkan aksi terhadap Seoul dan Washington. Minggu (6/10), Korsel mengumumkan persetujuan dengan AS untuk memperluas jangkauan rudal balistik.

Dalam persetujuan sebelumnya, misil dengan jarak jangkau 300 kilometer dinyatakan terlarang. Dengan perjanjian baru, jarak jangkau diperluas hingga 800 kilometer.

Penasihat Kemanan Korsel Chun Yung-woo mengatakan tujuan perjanjian itu adalah untuk membatasi "provokasi militer oleh Korut".

Kedua negara itu, Korut dan Korsel, masih bersitegang setelah Perang Korea 1950-53 yang berakhir dengan gencatan senjata. AS memiliki lebih dari 28.000 tentara di Korsel dan memberikan jaminan kemanan bagi sekutunya.

Blog Ini. Diberdayakan oleh Blogger.

About

Berita Panas, Berita Terbaru, Berita Lama, Berita Unik, Berita Aneh, semuanya ada di sini.