This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Minggu, 03 April 2011
RI Bisa Jadi Negara Kelas Menengah Dunia, Asal...
SEMARANG - Indonesia diharapkan pada 2015 mendatang akan mencapai angka pendapatan per kapita sebesar USD5000 per tahun. Sehingga bisa membuat Tanah Air bisa menjadi negara kelas menengah dunia.
Menurut pengamat ekonomi dari UGM, Sri Adiningsih tentu akan sangat baik sekali. Di mana Presiden menyampaikan pada 2011 angka per kapita sebesar USD3000 sudah dicapai.
"Angka lima ribu untuk pendapatan per kapita dalam setahun tentu akan membuat senang. Kalau Indonesia bisa mencapai angka itu, artinya kita menjadi negara kelas menengah dunia dalam kesejahteraan warganya dan artinya juga masyarakat Indonesia menjadi sejahtera. Tapi yang perlu diingat, angka segitu tidak mudah untuk dicapai," ujar Sri setelah memberikan pemaparan di Seminar Peran Perbankan Green Economy, di Semarang, Sabtu (2/4/2011).
Kenaikan pendapatan per kapita dari USD3.000 ke USD5000 per tahun, mulai dari 2011-2014 berarti Indonesia sudah mencapai angka sekira 60 persenan. Padahal, itu merupakan pencapaian angka yang mustahil dalam lima tahun ke depan.
"Itu tidak mudah. Kalau pengelolaan ekonomi seperti sekarang ini bahkan pencapaian angka segitu akan sangat mustahil," beber Sri.
Maka dari itu, seharusnya pemerintah dan pihak-pihak terkait mau mengubah cara pengelolaan ekonomi saat ini. Sehingga dapat mencapai angka yang diangankan tersebut.
"Katakanlah perekonomian kita setiap tahun naik tujuh persen, maka dalam lima tahun baru mencapai angka 35 persen. Angka ini masih sangat jauh. Logikanya memang tidak mungkin, tapi semua itu tergantung peran pemerintah untuk mengelola perekonomian kita," tandasnya.
Apalagi, ditambahkannya, lima tahun belakangan ini, banyak usaha yang mengalami degradasi. Di mana seharusnya usaha mikro naik menjadi usaha menengah, lalu berkembang menjadi makro, tapi kondisi di lapangan banyak yang sebaliknya.
"Justru dari usaha makro menjadi mikro," imbuh Sri lagi, ketika ditanya mengapa pencapaian angka USD5000 per kapita pada 2015 masih sangat diragukannya.
Penyebabnya sendiri menurut Sri Adiningsih, dipengaruhi dari berbagai hal, termasuk infrastruktur yang tidak baik.
"Lingkungan bisnis yang kurang mendukung misalnya. Belum lagi kebijakan pemerintah yang bisa membantu dunia usaha untuk bisa mengambangkan bisnisnya, termasuk dari perbankan yang memberikan suku bunga yang tinggi sehingga membuat pengusaha sulit untuk meningkatkan daya saingnya," pungkasnya.(ade)
Pertamina: Pasokan BBM Nasional Aman!
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan kondisi BBM nasional tetap aman terkait dengan kebakaran tangki di Kilang Cilalap. Volume untuk stok BBM tersebut saat ini berjumlah 3,2 juta kilo liter (kl) per pukul 09.55 WIB.
"Kondisi stok BBM nasional sangat aman, volume stok premium, solar dan kerosin berjumlah 3,2 juta kl," demikian terungkap dalam siaran pers dari Pertamina, dikutip dari situs resmi Pertamina, Minggu (3/4/2011).
Adapun untuk mengantisipasi kemungkinan lain yang terjadi, Pertamina saat ini telah menyiapkan rencana cadangan yaitu menyiagakan kapal untuk menginjeksi Terminal Lomanis untuk menjaga penyaluran ke Yogyakarta dan Bandung agar tetap berjalan normal. "Kapal direncanakan akan menyuplai 400 ribu barel premium," terangnya.
Selain itu, untuk pertimbangan keamanan pelayanan LPG yang selama ini dipenuhi dari Kilang Cilacap, telah dialihkan pasokannya. Khusus untuk Jawa Tengah bagian barat misalnya, akan mengambil dari Kilang Balongan.
"Sedangkan untuk pasokan Jawa Tengah bagian timur akan mengambil dari Terminal Elpiji Tanjung Emas sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti biasa," tutupnya.(ade)
Serangan Produk China Pengaruhi Ekonomi RI
Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone
SEMARANG - Pengamat ekonomi dari UGM, Sri Adiningsih mengungkapkan bila Indonesia harus mempertimbangkan invasi produk yang datang dari luar negeri. Seperti dari China.
"Serangan produk dari China sangatlah besar pengaruhnya di perekonomian kita. Di Jawa Tengah banyak pengusaha yang turun level usahanya akibat dari serangan produk China itu," ungkap Sri, setelah memberikan pemaparan di Seminar Peran Perbankan Green Economy, di Semarang, Sabtu (2/4/2011).
Dia menceritakan, penurunan level tersebut dari usaha menengah ke usaha kecil, misalnya dulu pengusaha tersebut merupakan usaha produksi, kini berubah menjadi distributor karena tidak mampu lagi bersaing.
Maka dari itu, jika dukungan dari pemerintah tidak lagi didapat, maka pencapaian angka per kapita sebesar USD5.000 per tahun itu akan sangat mustahil. Karena kondisi saat ini masih saja banyak yang menyebabkan pemburukan perekonomian Tanah Air.
Sekadar informasi, Indonesia diharapkan pada 2015 mendatang akan mencapai angka pendapatan per kapita sebesar USD.5000 per tahun. Sehingga bisa membuat Tanah Air bisa menjadi negara kelas menengah dunia.
Menurut Sri, hal ini tentu akan sangat baik sekali bagi perekonomian Indonesia. Di mana Presiden pernah menyampaikan pada 2011 angka per kapita sebesar USD3.000 sudah dicapai.(ade)
Ups...Boediono Diserang Wartawan Cilik
Posted by Muhammad Rifqi Aziz
00.52, under Nasional | No comments
Para wartawan cilik di Istana Wapres (foto: Taufik Hidayat/okezone)
Wajah ketiga bocah perempuan itu tampak antusias, mereka senang bukan kepalang. Tak sia-sia mereka datang beratus-ratus kilo meter dari Lampung menuju ibu kota Jakarta, untuk berbicang dengan Wakil Presiden Boediono.
Beruntunglah mereka bisa mewawancarai ekonom Indonesia yang dikenal irit bicara kepada wartawan sejak dia mendampingi Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ketiganya menjadi waratawan dalam program wartawan cilik yang diasuh oleh Lampung Post. Program tersebut dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional untuk memberikan motivasi dan minat kepada anak-anak dalam dunia jurnalistik.
Ketiga bocah itu adalah siswi Sekolah Dasar (SD) yang terpilih dari beberapa siswa lainya untuk berikesempatan memewawancarai mantan Gubernur BI itu.
"Nggak nyangka bisa wawancara Wapres. Senang bangga. Begitu datang gugup-gugup gimana gitu. Sebenernya deg-degan bisa mewawancarai Pak Boediono," kata Siswi kelas 6, SD Al Kautsar, Rayi Fatin Naura sumringah kepada wartawan di Kantor Wapres di Jakarta, Selasa (29/3/2011).
Rayi, bersama kedua rekanya, Aurora Louisa kelas 5 dari SDN 2 Rawa Laut Bandar Lampung dan Zulfa Zurul Izzah kelas 5 dari SD Al Azhar tampak antusias bercerita di hadapan wartawan mengenai pengalamanya mewawancarai pejabat negara.
Kesan yang mereka tangkap dari Boediono, adalah seorang yang humoris, hangat dan ramah. Padahal sebelumnya mereka menganggap orang nomor dua di Indonesia itu seorang yang serius.
"Pak Boediono orangnya baik suka bercanda," kata Rayi.
Mengawali perbincangannya, mereka bertanya tugas Boedono sebagai seorang wakil presiden.
"Ketika kami tanya, apa perannya, dia jawab, tentunya membantu presiden," kata mereka menirukan Boediono.
Semua yang dikatakan Boediono mereka tulis dalam buku saku. Sesekali mereka membuka catatan saat menjawab pertanyaan para wartawan istana.
Tidak hanya pekerjaan yang ditanyakan, hobi dan cita-cita Boediono sewaktu remaja pun mereka ingin ketahui.
Boediono, tutur Rayi tak pernah berpikir menjadi seorang pejabat negara. Padahal sejak kecil Boediono ingin menjadi seorang pemahat wayang, maklum sejak kecil saat tinggal di Blitar, Jawa Timur, dia menyukai pertunjukan wayang. Saat remaja Boediono suka berolah raga seperti joging dan bermain sepak bola.
"Cita-citanya jadi pemahat wayang. Pak Boediono bilang, dia bilang ketika di Blitar banyak suka main wayang, nonton wayang. Jadi dia ingin sekali membuat wayang," jelas Rayi polos.
Bersama teman-temanya dia suka sekali mengelilingi desa dan bermain di kali. Boediono, kata Rayi suka juga menggembala kambing.
Boediono berpesan kepada mereka agar menjadi menjadi diri sendiri dan mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Sebab setiap orang berkesempatan menjadi pemimpin bangsa.
"Jadilah diri sendiri. Siapkan dirimu jadi pemimpin bangsa. Setiap anak bangsa, anak petani, bisa menjadi pemimpin bangsa. Apa pun yang ada di depan dikerjakan sebaik-baiknya," tuturnya.
Warga di Sekitar Kilang Pertamina Kembali ke Rumah
Posted by Muhammad Rifqi Aziz
00.51, under Nasional | No comments
CILACAP - Api yang membakar kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah masih belum padam. Namun, sejumlah warga yang sempat diungsikan semalam, pagi tadi sudah dikembalikan ke rumah masing-masing.
"Mereka sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Karena api yang berkobar sudah mulai mengecil," kata seorang petugas kepolisian saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (3/4/2011).
Sementara warga yang dipulangkan ke rumah terlihat masih waspada. Sebab, jika sewaktu-waktu api membesar, maka mereka akan kembali dievakuasi. Warga dievakuasi dalam kisaran satu kilometer dari lokasi kejadian. Batas tersebut merupakan wilayah aman yang ditentukan petugas di lapangan.
Api yang membakar tangki 31-T2, 31-T3 dan 31 T7 milik kilang Pertamina Cilacap, hari ini sudah mulai meredup. Sejumlah upaya terus dilakukan Pertamina termasuk menyemprotkan foam (racun api) dengan menggunakan helikopter.
Selain upaya pemadaman yang telah dilakukan, Pertamina juga memfokuskan pada upaya pendinginan dengan menggunakan air terhadap tangki 32T-104 yang berada disebelah Timur tangki 31-T7.
Saat ini, tangki 32T-104 telah dilokalisir dengan menyemprotkan air kepada tanki sehingga membentuk tirai air untuk menstabilkan suhu pada tangki tersebut. Sementara itu Ring Water Springkler yang berada di sekitar tangki juga masih berfungsi secara otomatis.
Adapun penggunaan foam terus dilakukan kepada tangki 31-T2, 31-T3 dan 31-T7 dengan menggunakan Nozzle Watercanon Foam yang berjarak tembak 20 Meter, Teleskopic Foam dengan jarak tembak 30 Meter, Terminator Gun Foam yang menembakan Foam dengan volume 3.000 Galon/menit serta injeksi selang khusus kepada Foam Chamber.
Demi Bertemu Ibu, Dia Berlayar California-Bali Sendirian
Posted by Muhammad Rifqi Aziz
00.46, under Dunia Kita | 1 comment
DENPASAR - Rob Rama Rambini (52) pria kelahiran Italia, berhasil mewujudkan ambisinya mengarungi lautan bebas dari California AS ke Bali, seorang diri hanya ingin bertemu Kanjeng Ayu Tristutji Kamal, ibunya yang tinggal di Indonesia.
Gedung Baru DPR, LSM Somasi Presiden & Ketua DPR
Posted by Muhammad Rifqi Aziz
00.44, under Nasional | No comments
JAKARTA - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat menggugat pembangunan gedung baru DPR yang menelan biaya Rp1,1 triliun. Lembaga tersebut di antaranya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Perkumpulan Inisiatif Bandung dan Prakarsa.
Mereka menuntut pembangunan gedung dihentikan karena dinilai melanggar konstitusi dalam kaitan menyangkut anggaran untuk kemakmuran rakyat. Tuntutan disampaikan dengan mensomasi secara terbuka Pimpinan DPR; Ketua, Wakil Ketua serta seluruh anggota Badan Urusam Rumah Tangga DPR, Presiden, Menteri Keuangan dan Pimpinan Fraksi di DPR.
“Pembangunan ini melanggar Undang-Undang Dasar 1945, pasal 23 ayat 1 yang berbunyi bahwa APBN dilaksanakan untuk kemakmuran rakyat,” kata anggota tim advokasi aliansi LSM, Janses E Sihaloho dalam konferensi pers di Bakoel Koffie, Jakarta, Minggu (3/4/2011).
Selain itu, menurut mereka pembangunan harus dihentikan karena terbukti ditolak rakyat berdasarkan pemberitaan dan pendapat beberapa pengamat melalui media massa. Penolakan tersebut seharusnya ditanggapi DPR dengan serius bukan justru menunjukkan arogansi.
"DPR seharusnya mengartikulasikan kemauan rakyat. Seharusnya aspirasi rakyat didengar bukan ditolak," ujar Janses.
Jika somasi tidak ditanggapi dalam 7 hari ke depan, Janses mengancam, aliansi LSM akan mengajukan gugatan warga negara terhadap penyelenggara negara (citizen lawsuit) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Proses pembangunan ini harus dihentikan sebelum persidangan yang menghentikannya,” ujarnya.
Janses juga menuding pembangunan gedung baru DPR melanggar hukum penguasa sebagaimana diatur pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
"Kita juga minta DPR minta maaf, soalnya itu kan uang negara kalo kita tuntut untuk meminta dikembalikan, ya nanti kan akan kembali lagi ke sana,”ujarnya. (abe)
Blog Ini. Diberdayakan oleh Blogger.
About
Berita Panas, Berita Terbaru, Berita Lama, Berita Unik, Berita Aneh, semuanya ada di sini.